Selamat Datang diblog Saya

Senin, 27 Oktober 2014



 BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah

Menunggu dalam suatu antrian adalah hal yang paling sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Siapa pun yang pergi berbelanja atau ke bioskop telah mengalami ketidaknyamanan dalam mengantri untuk membeli atau membayar tiket. Yang menghabiskan sebagian waktunya untuk mengantri bukan hanya orang saja, tetapi juga produk yang menunggu giliran untuk diperbaiki, dan sebagainya. Karena waktu merupakan sumber daya yang berharga, pengurangan dalam waktu menunggu merupakan topik penting dalam analisa.
Mulyono (2002:285) mengemukakan bahwa:
“Analisa antrian pertama kali diperkenalkan oleh A.K. Erlang pada tahun 1913, yang mempelajari fluktuasi permintaan fasilitas telepon dan keterlambatan pelayanannya. Saat ini analisis antrian banyak diterapkan di bidang bisnis (bank, supermarket), industri (pelayanan mesin otomatis), transportasi (pelabuhan udara, pelabuhan laut) dan lain-lain. Seperti halnya analisis Markov, analisis antrian memberikan informasi probabilitas yang dinamakan operating characteristics, yang dapat membantu pengambil keputusan dalam merancang fasilitas pelayanan antrian untuk mengatasi permintaan pelayanan yang fluktuatif secara random dan menjaga keseimbangan antara biaya pelayanan dan biaya menunggu”.
Antrian dapat ditemui pada beberapa fasilitas pelayanan umum di mana masyarakat atau barang akan mengalami proses antrian dari kedatangan, memasuki ruangan, menunggu, hingga proses pelayanan berlangsung. Contohnya antrian mobil-mobil yang memasuki tempat usaha pencucian mobil, antrian para nasabah di bank untuk mendapatkan pelayanan dari para teller, antrian para pelanggan di suatu swalayan untuk melakukan pembayaran di kasir. Begitu juga dengan rumah sakit, pasien yang datang langsung dapat mendaftar dan kemudian menunggu sampai dipanggil nomor antriannya untuk dilayani.
 2 Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan merupakan sebuah rumah sakit pemerintah yang dikelola pemerintah pusat dengan Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Utara, terletak di lahan yang luas di pinggiran kota Medan. Rumah Sakit ini pernah menjadi pusat pelayanan dan penanganan korban jatuhnya pesawat Mandala Airlines sesaat setelah lepas landas dari Bandara Polonia dalam tujuannya ke Bandara Soekarno-Hatta pada 5 September 2005. Rumah Sakit H. Adam Malik mulai berfungsi sejak tanggal 17 Juni 1991 dengan pelayanan rawat jalan, sedangkan untuk pelayanan rawat inap baru dimulai tanggal 2 Mei 1992.
(http://www.id.wikipedia/org/wiki/Rumah_Sakit_Adam_Malik)
Menurut wawancara yang dilakukan pada tanggal 29 Juli 2012 dengan bapak S. Sihotang sebagai pegawai loket informasi di RSU Pusat H. Adam Malik Medan mengatakan bahwa disiplin antrian yang digunakan di rumah sakit ini adalah first come first served, di mana suatu peraturan terhadap pasien yang pertama datang itulah yang pertama dilayani.
Proses untuk mendapatkan pelayanan pasien rawat jalan yang menggunakan JAMKESMAS/JAMKESDA di RSU Pusat H. Adam Malik Medan adalah sebagai berikut:
1. Pasien datang ke pusat informasi mengisi dan melengkapi berkas untuk pelayanan yang diperlukan.
2. Pasien mengambil nomor antrian di ruang Instalasi Rawat Jalan.
3. Pasien mendaftarkan berkas di loket 2.
4. Pasien menunggu pengambilan berkas kartu berobat di loket 5.
5. Pasien mengambil mengambil berkas kartu berobat dan pergi menuju poliklinik yang sesuai dengan penyakitnya.

3 Struktur antrian dasar yang digunakan di RSU Pusat H. Adam Malik Medan adalah satu saluran banyak tahap (single channel multiple phase) dan disajikan pada Gambar 1.1.

pasien
datang
loket informasi mengambil loket 2 loket 5 poliklinik
nomor antrian yang dituju
Gambar 1.1.
Struktur Antrian Dasar di RSU Pusat H. Adam Malik Medan

Oleh sebab itu di RSU Pusat H. Adam Malik Medan sering terjadi antrian yang panjang pada pukul 08.00-11.00 WIB, yang disebabkan banyaknya pasien rawat jalan yang menggunakan JAMKESMAS/JAMKESDA menunggu di loket 5 yaitu tempat pengambilan berkas kartu berobat di Instalasi Rawat Jalan. Sementara pada pukul 12.00-13.00 WIB sering tidak terjadi antrian yang menyebabkan pelayan menganggur.
Hal ini menjadi perhatian yang sangat penting bagi pihak RSU Pusat H. Adam Malik Medan. Pelayanan yang optimal dalam dunia kesehatan adalah suatu hal yang sangat penting, karena disamping menyangkut masalah baik buruknya reputasi rumah sakit, juga menyangkut masalah nyawa dari pasien itu sendiri. Untuk mengatasi masalah antrian ini sudah selayaknya pihak rumah sakit menambah fasilitas pelayanan yang dibutuhkan agar dapat mengurangi antrian.
Dengan demikian penulis melakukan penelitian secara sistematis untuk menganalisis antrian di Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan dan mencari solusi untuk mengatasi terjadinya antrian. Sehingga dapat memuaskan pasien dan menciptakan kedisplinan dalam rumah sakit dan memberikan pelayanan yang optimal.
Dari uraian di atas, penulis mengangkat permasalahan ini sebagai judul skripsi yaitu “Analisis Sistem Antrian Pelayanan Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan”.

4
1.2. Rumusan Masalah
Bagaimana mengatasi terjadinya antrian terhadap pasien rawat jalan yang menggunakan JAMKESMAS/JAMKESDA di Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan dengan mengaplikasikan analisis antrian?
1.3. Batasan Masalah

Agar pembahasan masalah dalam tulisan ini tidak menyimpang, maka diperlukan beberapa batasan masalah yaitu sebagai berikut:
1. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan.
2. Penelitian difokuskan kepada pasien rawat jalan yang menggunakan JAMKESMAS/JAMKESDA yang menunggu di loket tempat pengambilan berkas kartu berobat.
3. Disiplin antrian yang digunakan adalah first come first served .

1.4. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian adalah mencari solusi untuk mengatasi terjadinya antrian dengan mempertimbangkan juga faktor biaya berkaitan dengan penambahan pelayanan yaitu total biaya tunggu sistem antrian yang minimum terhadap pasien rawat jalan yang menggunakan JAMKESMAS/JAMKESDA di Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan dengan mengaplikasikan analisis antrian.
5
1.5. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian adalah sebagai berikut:
a. Bagi pihak rumah sakit, sebagai bahan masukan dalam menentukan kebijakan mengurangi antrian untuk peningkatan pelayanan pada Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan.
b. Bagi peneliti, sebagai penerapan teori analisis antrian yang diperoleh selama kegiatan perkuliahan ke dalam praktek sebenarnya, serta sebagai pengalaman dalam menganalisis suatu masalah secara ilmiah.
c. Bagi penelitian sejenisnya, sebagai referensi yang berhubungan dengan masalah analisis antrian dalam pengembangan penulisan karya tulis ilmiah.

Tinjauan Pustaka
Pengertian Sistem
BAB II                                                                        PEMBAHASAN
2.1 Konsep Dasar Sistem
            Manajemen yang modern yang ada saat ini berkembang dari suatu teori dan metode ilmiah yang kompleks. Teori dan metode tersebut didasarkan pada pendekatan secara teknik-teknik tertentu. Suatu teknik-teknik itu harus membuat suatu pemahaman tentang organisasi secara keseluruhan, terstruktur dan terintegrasi satu sama lainnya. .

2.1.1 Definisi sistem
Suatu sistem yang dibangun dan dikembangkan untuk menunjang proses manajerial dan proses operasional perbankan haruslah berdasarkan tatanan teknologi yang bersaing, yaitu teknologi yang berbasis komputer.
Untuk dapat mendefinisikan sistem ada dua penekanan, yaitu :
1.Penekanan prosedur
Prosedur  adalah  suatu  urutan  operasi  klerikal  (tulis-menulis),  biasanya melibatkan   beberapa   orang   didalam   satu  atau   lebih   departemen   yang
berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
2.Elemen atau Komponen
Suatu sistem berdasarkan penekanan pada elemem atau komponen adalah kumpulan dari elemen-elemen yang saling berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan dan sasaran tertentu dari suatu organisasi.
            Dari beberapa definisi tersebut, maka dapat disimpulkan pengertian sistem adalah sebagai berikut :
1).        Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
2).        Sistem adalah kumpulan elemen-elemen yang saling berhubungan dan bertanggung jawab memproses masukan sehingga menghasilkan keluaran.
3).        Sistem adalah kumpulan (gabungan objek atau ide) yang saling terpadu untuk mencapai tujuan tertentu.
4).        Sistem adalah sesuatu yang mempunyai tujuan dan sasaran sebagai hasil akhir.
5).        Sistem adalah sebuah tatanan (keterpaduan) yang terdiri atas sejumlah komponen fungsional yang saling berhubungan dan secara bersama-sama bertujuan untuk memenuhi suatu proses ataupun pekerjaan tertentu.

2.1.2    Komponen Sistem
Untuk membentuk suatu sistem ada beberapa komponen yang harus dimiliki, antara lain:
1.         Perangkat keras/ hardware adalah komponen fisik berupa peralatan input, proses dan output .
2.         Perangkat lunak/ software adalah instruksi-instruksi yang membuat komputer sebagai perangkat keras melakukan pekerjaan tertentu.
3.         SDM/ brainware adalah user atau pengoperasi sistem.
4.         Data adalah fakta-fakta, perkiraan-perkiraan, pendapat-pendapat yang belum memiliki arti kegunaan.
5.         Prosedur adalah instruksi-instruksi yang digunakan dalam mengoperasikan sistem.

2.1.3 Konsep Dasar Informasi
            Informasi ibarat darah yang mengalir didalam tubuh organisasi, sehingga informasi ini sangat penting didalam suatu organisasi. Informasi yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerima. Sumber dari informasi adalah data (kenyataan yang akan menggabungkan kejadian-kejadian dan kesatuan nyata).
Beberapa definisi dari Informasi :
1.         Informasi adalah data yang telah diberikan pengertian dan konteks kegunaannya serta dikomunikasikan kepada pengguna yang membutuhkannya sebagai keputusan.
2.         Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi pemakai dalam mengambil suatu keputusan.
3.         Informasi sebagai data yang telah diolah dapat berupa gambar, teks, dokumen dan suara yang telah diorganisasikan dan memiliki makna.
4.         Informasi adalah hasil dari kegiatan pengolahan data yang memberikan bentuk yang lebih berarti dari suatu kejadian.

2.1.4 Konsep Dasar Sistem Informasi
Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan, pengolahan, transakssi harian, pendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi serta penyediaan laporan-laporan yang diperlukan.bagi pihak luar tertentu.
Sistem informasi adalah system yang menyediakan informasi yang sepesifik yang mendukung proses pengambilan keputusan pada setiap tingkatan organisasi.
Sistem informasi adalah seperangkat tata cara,metodologi,organisasi,perangkat lunak,dan perangkat keras yang dibutuhkan untuk memasukkan dan mengambil kembali data yang dibutuhkan untuk menjalankan dan mengelola organisasi.

2.1.5  Konsep Dasar Analisis Sistem
            Analisis sistem adalah suatu proses untuk memahami sistem yang ada, termasuk mendiagnosa masalah dan memberikan solusi penyelesaian.
Adapun langkah-langkah menganalisis sistem informasi adalah sebagai berikut :
1.         Mengidentifikasi masalah-masalah yang ada
2.         Memahami kerja sistem yang ada
3.         Membuat laporan hasil analisis

2.1.6 Konsep Dasar Perancangan Sistem
Perancangan sistem  dimaksudkan untuk menghasilkan sistem informasi baru yang benar-benar dapat menjalankan semua aktifitas dengan baik sehingga dapat menghasilkan suatu hasil yang digunakan sesuai dengan tujuan.
            Perancangan sistem informasi adalah tahap setelah analisis dari siklus pengembangan system, pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional dan persiapan untuk rancang bangun implementasi menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk.


2.1.7 Komponen Sistem Informasi
1.      Blok masukan,terdiri dari kombinasi prosedur,logika dan model matematik yang akan memanipulasi data masukan dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.Komponen ini merupakan bahan dasar dalam pengolahan informasi.
2.      Blok keluaran,merupakan produk dari system informasi berupa informasi yang berkwalitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai system.
3.      Blok teknologi,merupakan toolbox untuk menerima masukan,menjalankan model,menyimpan dan mengakses data,menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian system secara keseluruhan.Teknologi terdiri dari 3 bagian utama,yaitu teknisi,hardware dan software.
4.      Blok basis data,merupakan kumpulan data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya,tersimpan di hardware computer dan digunakan software untuk memanipulasinya .Terdapat 3 hal penting terkait basis data,yaitu data yang diorganisasi dalam bentuk basis data,simpana permanen untuk basis data tersebut,dan perangkat lunak yang digunakan untuk memanipulasinya.
5.      Blok kendali,merupakan mekanisme yang dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak system dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat teratasi.
2.1.8 Jenis-jenis Sistem Informasi
1.      Sistem pengelolaan transaksi,adalah system informasi terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin dan inventarisasi.
2.      Sistem otomasi perkantoran,system yang dipakai untuk menganalisis informasi sedemikian rupa untuk mentransformasikan data atau memanipulasikannya dengan cara-cara tertentu sebelum membaginya atau menyebarkannya secara keseluruhan dengan organisasi dan kadang-kadang dengan di luar itu.
3.      Sistem kerja pengetahuan,adalah system yang mendukung para pekerja professional seperti ilmuan,insinyur dan doctor dengan membantu mereka menciptakan pengetahuan baru dan memungkinkan mereka mengkonstribusikannya ke organisasi atau masyarakat.
4.      Sistem informasi manajemen,merupakan system yang menghasilkan informasi untuk kepentingan manajerial atau proses-proses manajemen organisasi.
5.      Sistem pendukung keputusan,merupakan system informasi terkomputerisasi di atas system informasi manajemen yang lebih menekankan pada fungsi mendukung pengambilan keputusan di seluruh tahap-tahapnya.
6.      Sistem pakar dan kecerdasan buatan,merupakan system yang menggunakan pendekatan kecerdasan buatan untuk menyelesaikan masalah serta memberikannya lewat pengguna bisnis dan secara efektif menangkap dan menggunakan pengetahuan seorang ahli untuk menyelesaikan masalah yang alami dalam suatu organisasi.

2.2.Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS)
2.2.1 . Pengertian Sistem Informasi Rumah Sakit
            Sistem informasi rumah sakit adalah suatu tatanan yang berurusan dengan pengumpulan data, pengelolaan data, penyajian informasi, analisa dan penyimpulan informasi serta penyampaian informasi yang dibutuhkan untuk kegiatan rumah sakit.
            Berikut merupakan gambar struktur hirarki dari sebuah sistem informasi rumah sakit yang terdiri dari input,proses,output serta balikan kontrol.

Gambar 2.1 Struktur Hirarki Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS)
2.2.2. Jenis Sistem Informasi Rumah Sakit
            Secara global sistem informasi rumah sakit terbagi atas :
1. Sistem Informasi Klinik
2. Sistem Informasi Administrasi
3. Sistem Informasi Manajemen
            Masing- masing sistem bisa dilakukan secara sendiri-sendiri atau secara bersamaan sebagai suatu kesatuan yang integral. Dibawah ini  merupakan uraian lebih lanjut mengenai sistem informasi rumah sakit.
1. Sistem Informasi Klinik
Merupakan sistem informasi yang  secara langsung untuk membantu pasien dalam hal pelayanan medis. Contoh :
1.         Sistem Informasi di ICU
2.         Sistem Informasi pada alat seperti CT Scan, USG tertentu.
2.  Sistem Informasi Administratif
Merupakan sistem informasi yang membantu pelaksanaan administratif di rumah sakit. Contoh :
1.         Sistem Informasi Administratif
2.         Sistem Informasi Biling System
3.         Sistem Informasi Farmasi
4.         Sistem Informasi Penggajian
3. Sistem Informasi Manajemen
Merupakan sistem Informasi yang membantu manajemen rumah sakit dalam pengambilan keputusan. Contoh :
1.         Sistem Informasi manajemen pelayanan
2.         Sistem Informasi Keuangan
3.         Sistem Informasi Pemasaran
Ketiga jenis sistem informasi diatas merupakan pembagian jenis sistem informasi rumah sakit berdasarkan pemakaiannya dan apabila dikelompokan akan membentuk beberapa kelompok lagi, yaitu :
1. Individual
Sistem hanya berjalan sendiri tanpa terkait dengan sistem yang lain. Contoh
a.         Sistem Informasi Billing System
b.         Sistem Penggajian
2. Modular
            Beberapa sistem dikaitkan dalam satu kelompok, sehingga tidak berjalan secara individu. Contoh :
a.                   Sistem Informasi Keuangan
b.                  Sistem Informasi Administrasi terkait dengan Billing System.
3.Terpadu
Semua sistem terkait dan berjalan secara bersamaan serta menjadi satu kesatuan.

2.2.3 Desain SIRS
          Rancang Bangun Rumah Sakit  sangat bergantung kepada jenis dari rumah sakit tersebut. Rumah sakit di Indonesia, berdasarkan kepemilikannya dibagi menjadi 2, sebagai berikut:
a.       Rumah Sakit Pemerintah, yang dikelola oleh:
 1) Departemen Kesehatan,
2) Departemen Dalam Negeri,
3) TNI,
4) BUMN.
Sifat rumah sakit ini adalah tidak mencari keuntungan (non profit)
b.      Rumah Sakit Swasta, yang dimiliki dan dikelola oleh sebuah yayasan, baik yang sifatnya tidak mencari keuntungan (non profit) maupun yang memang mencari keuntungan (profit)
 Berdasarkan sifat layanannya rumah sakit dibagi 2, sebagai berikut:
a. Rumah Sakit Umum
      Untuk Rumah Sakit Pemerintah, Rumah Sakit Umum digolongkan menjadi 4 tingkatan, sebagai berikut:
1) Rumah Sakit Umum tipe A, rumah sakit umum yang memberikan layanan medis spesialistik dan subspesialistik yang luas.
2) Rumah Sakit Umum tipe B, rumah sakit umum yang memberikan layanan medis spesialistik dan subspesialistik yang terbatas.
3) Rumah Sakit Umum tipe C, rumah sakit umum yang memberikan layanan medis spesialistik yang terbatas, seperti penyakit dalam, bedah, kebidanan dan anak.
4) Rumah Sakit Umum tipe D, rumah sakit umum yang memberikan layanan medis dasar.
Untuk Rumah Sakit Swasta, Rumah Sakit Umum digolongkan menjadi 3 tingkatan sebagai berikut:
1)      Rumah Sakit Umum Pratama, rumah sakit umum yang memberikan layanan medis umum,
2)      Rumah Sakit Umum Madya, rumah sakit umum yang memberikan layanan medis spesialistik,
3)      Rumah Sakit Umum Utama, rumah sakit umum yang memberikan layanan medis spesialistik dan subspesialisitik.
b. Rumah Sakit Khusus
        Rumah sakit khusus ini banyak sekali ragamnya, rumah sakit ini melakukan penanganan untuk satu atau beberapa penyakit tertentu dan layanan medis subspesialistik tertentu. Yang masuk dalam kelompok ini diantaranya: Rumah Sakit Karantina, Rumah Sakit Bersalin, dsb.
2.2.4 Fungsi SIRS
           Berikut ini beberapa fungsi dari SIRS di bagian-bagian sub system yang ada dalam system (rumah sakit), yaitu :
a. Subsistem Layanan Kesehatan, yang mengelola kegiatan layanan kesehatan.
b. Subsistem Rekam Medis, yang mengelola data pasien.
c. Subsistem Personalia, yang mengelola data maupun aktivitas tenaga medis maupun tenaga administrative Rumah sakit.
d. Subsistem Keuangan, yang mengelola data-data dan transaksi keuangan.
e. Subsistem Sarana/Prasarana, yang mengelola sarana dan prasarana yang ada di dalam rumah sakit   tersebut, termasuk peralatan medis, persediaan obat-obatan dan bahan habis pakai lainnya.
f. Subsistem Manajemen Rumah Sakit, yang mengelola aktivitas yang ada didalam rumah sakit tersebut,termasuk pengelolaan data untuk plan jangka panjang,menengah,pendek,pengambilan keputusan dan untuk layanan pihak luar.
       Ke 6 subsistem tersebut diatas kemudian harus dijabarkan lagi ke dalam modul-modul yang sifatnya lebih spesifik. Subsistem Layanan Kesehatan dapat dijabarkan lebih lanjut menjadi :
  1. Registrasi Pasien, yang mencatat data/status pasien untuk memudahkan pengidentifikasian m
aupun pembuatan statistik dari pasien masuk sampai keluar. Modul ini meliputi pendaftaran pasien baru/lama, pendaftaran rawat inap/jalan, dan info kamar rawat inap.
  2. Rawat Jalan/Poliklinik yang tersedia di rumah sakit, seperti: penyakit dalam, bedah, anak,obstetri dan ginekologi, KB, syaraf, jiwa, THT, mata, gigi dan mulut, kardiologi, radiologi, bedah orthopedi, paru-paru, umum, UGD, dan lain-lain sesuai kebutuhan. Modul ini juga mencatat diagnose dan tindakan terhadap pasien agar tersimpan dalam rekam medis.
  3. Rawat Inap. Modul ini mencatat diganosa dan tindakan terhadap pasien, konsultasi dokter,hubungan dengan poliklinik/penunjang medis.
  4. Penunjang Medis/Laboratorium, yang mencatat informasi pemeriksaan seperti: ECG, EEG, USG, ECHO, TREADMIL, CT Scan, Endoscopy, dan lain-lain.
  5. Penagihan dan Pembayaran, meliputi penagihan dan pembayaran untuk rawat jalan, rawat inap dan penunjang medis (laboratorium, radiologi, rehab medik), baik secara langsung maupun melalui jaminan dari pihak ketiga/asuransi/JPKM. Modul ini juga mencatat transaksi harian pasien (laboratorium, obat, honor dokter), daftar piutang, manajemen deposit dan lain-lain.
  6. Apotik/Farmasi, yang meliputi pengelolaan informasi inventori dan transaksi obat-obatan.

2.2.5 Manfaat Sistem Informasi rumah Sakit
Sistem informasi rumah sakit memiliki beberapa manfaat yang didapat apabila sebuah rumah sakit menerapkanya dengan baik. Dibawah ini merukan contoh manfaat yang didapat apabila menggunakan sistem informasi rumah sakit.
1.                  Pengendalian mutu pelayanan medis,
2.                  Pengendalian mutu dan penilaian produktivitas,
3.                  Analisa pemanfaatan dan perkiraan kebutuhan,
4.                  Perencanaan dan evaluasi program,
5.                  Menyederhanakan pelayanan,
6.                  Mengembangkan dan memperbaiki sistem yang telah ada sehingga memberikan suatu nilai tambah bagi manajemen,
7.                  Meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam rangka pengelolaan rumah sakit.

2.2.6  Konsep Dasar Pengembangan SIRS
              Sistem informasi yang lama perlu diperbaiki atau diganti disebabkan karna beberapa hal,yaitu :
a.       Adanya permasalahan yang timbul pada sistem  lama
b.      Untuk memperoleh peluang
c.       Adanya instruksi
  Adapun dampak dari pengembangan SIRS adalah sebagai berikut :
1.      Terjadi peningkatan kinerja para pegawai dalam organisasi,
2.      Adanya peningkatan informasi yang dibutuhkan organisasi,
3.      Meningkatnya efisiensi,
4.      Meningkatnya pengendalian,
5.      Meningkatnya operasional pelayanan.
   Berikut konsep-konsep dasar pengembangan SIRS, yaitu :
a)      System informasi tidak indentik dengan system komputerisasi (system informasi dengan cara manual dan system informasi berbasis computer/Computer Based Information System atau CBIS),
b)      Sistem informasi adlah system yang dinamis,yaitu ditentukan oleh dinamika perkembangan organisasi dengan konsekuensi perkembangan informasi tidak pernah berhenti,
c)      System informasi mengikuti siklus hidup system,yaitu lahir (berubah dari system lain),  berkembang,mantap dan  mati (berubah menjadi system lain) dengan konsekwensi ada umur layak guna,dimana umur layak guna ditentukan oleh perkembangan organisasi,perkembangan teknologi,dan  perkembangan tingkat kemampuan user (tingkat pemahaman TI,tingkat kemampuan belajar,dan tingkat able beradaptasi atau yang dikenal dengan End User Computing/EUC,
d)     Daya guna system informasi ditentukan oleh tingkat integritas system informasi itu ,artinya perlu adanya sinkronisasi antara aspek manual (yang berisi prosedur operasional standar)sangat dipengaruhi oleh karakteristik user termasuk abling manajerial pimpinan organisasi dengan aspek otomasi/computer yang dipengaruhi oleh abling teknik pengembang,
e)      Keberhasilan program ditentukan oleh strategi yang dipilih atau tahapan-tahapan dalam pengembangan SIRS,yaitu pembuatan rencana induk pengembangan,pembuatan rancangan global (penjabaran system sampai ke aplikasi,keterkaitan antara sub-sub system dsb),pembuatan rancangan detail/rinci (pembuatan kamus elemen data,data flow diagram,dsb),implementasi (pengembangan software aplikasi),dan operasionalisasi. Dalam pemilihan strategi harus dipertimbangkan berbagai factor seperti : keadaan yang sekarang dihadapi, keadaan pada waktu system informasi siap dioperasionalkan dan keadaan dimasa mendatang, termasuk antisipasi perkembangan organisasi dan perkembangan teknologi.
f)       Pengembangan dengan pendekatan fungsi dan dilakukan secara menyeluruh (holistic).Adapun kelemahan pendekatan berdasarkan struktur organisasi di antaranya struktur organisasi seringkali tidak menggambarkan fungsi-fungsi yang ada dalam organisasi tersebut,dan terjebak dalam kompleksitas struktur organisasi dan kelemahan berdasarkan secara sektoral/segmental di antaranya ada system yang tidak terditeksi,menghasilkan system yang terfrekmentasi dan kesulitan dalam proses integrasi,
g)      Informasi telah menjadi asset organisasi.Penguasaan informasi internal dan eksternal merupakan salah satu keunggulan kompetitif dan keberadaan informasi tersebut (menentukan kelancaran dan kwalitas kerja,menjadi ukuran kinerja organisasi,dan menjadi acuan atau menentukan peringkat organisasi dalam persaingan baik di tingkat local maupun global) serta biaya pengembangan dan pemeliharaan SI,
h)      Penjabaran system dengan struktur hirarkis yaitu ada system (terdiri dari 1/lebih subsistem),sub system (terdiri dari 1/lebih modul),modul (terdiri dari 1/lebih sub modul),dan sub modul (terdiri dari 1/lebih aplikasi).

2.2.7 Kriteria dan Kebijakan Pengembangan SIRS
             Dalam melakukan pengembangan SIRS, pengembang haruslah bertumpu dalam 2 hal penting yaitu kriteria dan kebijakan pengembangan SIRS dan sasaran pengembangan SIRS tersebut. Adapun kriteria dan kebijakan yang umumnya dipergunakan dalam penyusunan spesifikasi SIRS adalah sebagai berikut:
a. SIRS harus dapat berperan sebagai subsistem dari Sistem Kesehatan Nasional dalam memberikan informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu.
b. SIRS harus mampu mengaitkan dan mengintegrasikan seluruh arus informasi dalam jajaran Rumah Sakit dalam suatu sistem yang terpadu.
c. SIRS dapat menunjang proses pengambilan keputusan dalam proses perencanaan maupun pengambilan keputusan operasional pada berbagai tingkatan.
d. SIRS yang dikembangkan harus dapat meningkatkan daya-guna dan hasil-guna terhadap usaha-usaha pengembangan sistem informasi rumah sakit yang telah ada maupun yang sedang dikembangkan.
e. SIRS yang dikembangkan harus mempunyai kemampuan beradaptasi terhadap perubahan dan perkembangan dimasa datang.
f. Usaha pengembangan sistem informasi yang menyeluruh dan terpadu dengan biaya investasi yang tidak sedikit harus diimbangi pula dengan hasil dan manfaat yang berarti (rate of return) dalam waktu yang relative singkat.
g. SIRS yang dikembangkan harus mampu mengatasi kerugian sedini mungkin.
h. Pentahapan pengembangan SIRS harus disesuaikan dengan keadaan masing-masing subsistem serta sesuai dengan kriteria dan prioritas.
i. SIRS yang dikembangkan harus mudah dipergunakan oleh petugas, bahkan bagi petugas yang awam sekalipun terhadap teknologi computer (user friendly).
j. SIRS yang dikembangkan sedapat mungkin menekan seminimal mungkin perubahan, karena keterbatasan kemampuan pengguna SIRS di Indonesia, untuk melakukan adaptasi dengan sistem yang baru.
k. Pengembangan diarahkan pada subsistem yang mempunyai dampak yang kuat terhadap perngembangan SIRS.

2.2.8 Sasaran Pengembangan SIRS
       Atas dasar dari penetapan kriteria dan kebijakan pengembangan SIRS tersebut di atas, selanjutnya ditetapkan sasaran pengembangan sebagai penjabaran Pengembangan SIRS, sebagai berikut :
1.      Memiliki aspek pengawasan terpadu, baik yang bersifat pemeriksaan tau pengawasan (auditable) maupun dalam hal pertanggungjawaban penggunaan dana (accountable) oleh unit-unit yang ada di lingkungan Rumah sakit.
2.      Terbentuknya sistem pelaporan yang sederhana dan mudah dilaksanakan, akan tetapi cukup lengkap dan terpadu.
3.      Terbentuknya suatu sistem informasi yang dapat memberikan dukungan akan informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu melalui dukungan data yang bersifat dinamis.
4.      Meningkatkan daya-guna dan hasil-guna seluruh unit organisasi dengan menekan pemborosan.
5.      Terjaminnya konsistensi data.
6.      Orientasi ke masa depan.
7.      Pendayagunaan terhadap usaha-usaha pengembangan sistem informasi yang telah ada maupun sedang dikembangkan, agar dapat terus dikembangkan dengan mempertimbangkan integrasinya sesuai rancangan global SIRS.

2.2.9 Pengintegrasian SIRS
         Pengintegrasian SRS merupakan suatu hal yang penting dalam SIRS yang baik.Secara manual integrasi dapat juga dicapai,misalnya dari data satu bagian dibawa ke bagian yang lain dan oleh petugas administrasi data tersebut digabung dengan data dari system lain.Berbagai system di RS dapat saling berhubungan dengan system yang lain  melalui berbagai cara yang sesuai dengan kebutuhannya.Aliran informasi di antara system sangat bermanfaat bila data dari suatu yang tersimpan dalam suatu system diperlukan juga oleh system yang lainnya, atau output suatu system menjadi input bagi system lainnya.
        Keuntungan utama dari integrasi system SIRS adalah membaiknya arus informasi di dalam RS mengingat bahwa RS memilki berbagai unit yang operasionalnya saling tergantung.Atau keuntungan itu merupakan sifatnya yang mendorong manajer untuk mendistribusikannya/mengkomunikasikan informasi yang dihasilkan oleh department/bagian/unitnya agar secara rutin mengalir ke system lain yang dibutuhkan.

BAB III                                              KESIMPULAN
  Adapun kesimpulan yang bisa didapat dari pembahasan makalah di atas,antara lain :
1.      Pengembangan sistem informasi RS dapat diawali dengan pengembangan sistem informasi di berbagai unit pelayanan yang selanjutnya diintegrasikan secara keseluruhan untuk mengoptimalkan fungsi dari sistem informasi dalam menghasilkan informasi yang baik,
2.      Pengembangan sistem informasi RS terintegrasi merupakan upaya yang penting dilakukan untuk efektifitas dan efisiensi pelayanan di rumah sakit,
3.       Sistem informasi berbasis computer perlu diterapkan di era globalisasi ini,
4.      Pemeliharaan dan pengembangan SIRS butuh biaya yang besar,namun tidaklah berat jika informasi telah menjadi asset organisasi,
5.      Dan lain sebagainya.

Senin, 25 Agustus 2014


Cara Alami Meningkatkan Jumlah Sperma
Cara Alami Meningkatkan Jumlah Sperma 

Perlu diketahui, air mani dan sperma yang banyak akan menyebabkan orgasme yang lebih lama, termasuk meningkatkan nafsu seksual. Berikut ini ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memperbaiki atau meningkatkan jumlah sperma:

Berhenti merokok
Selain menyebabkan bau nafas yang tidak sedap, kebiasaan merokok ternyata dapat mempengaruhi jumlah sperma. Sebuah penelitian menunjukan bahwa kaum perokok memiliki jumlah sperma yang lebih sedikit dibandingkan mereka yang tidak merokok.

Hindari memakai celana yang terlalu ketat
Hal ini merupakan alasan mengapa testis letaknya tergantung di tubuh. Testis memerlukan suhu yang lebih sejuk dibandingkan bagian tubuh lainnya. Oleh karena itu, memakai celana dalam atau celana panjang yang terlalu ketat akan mengakibatkan suhu di sekitarnya menjadi panas dan mempengaruhi produksi sperma.

Pola makan yang tepat
Pola makan diketahui dapat mempengaruhi produksi sperma. Cobalah untuk mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak yang rendah, protein yang tinggi, sayuran, buah, dan berbagai jenis padi-padian yang baik bagi kesehatan.

Kurangi hubungan intim dan masturbasi
Pria seringkali mengeluh karena air mani atau sperma yang keluar ternyata sedikit dan encer. Perlu diketahui, semakin banyak ejakulasi, maka akan semakin berkurang kekentalan sperma tersebut. Jika Anda melakukan hubungan intim setiap hari atau sering masturbasi, maka hal itu akan berpengaruh pada jumlah sperma maupun kekentalan air mani.

Hindari konsumsi alkohol
Alkohol diketahui dapat mempengaruhi fungsi hati yang akhirnya dapat menyebabkan peningkatan kadar estrogen. Kadar estrogen yang tinggi dalam tubuh akan mempengaruhi produksi sperma.

Olahraga otot
Meskipun olahraga tidak dapat secara langsung meningkatkan produksi sperma dan air mani, namun olahraga otot dapat membantu Anda untuk lebih sehat dan bugar.

Konsumsi suplemen alami
Suplemen alami diyakini dapat meningkatkan produksi sperma. Contohnya yaitu L-carnitine, yang ditemukan dalam daging merah dan susu, merupakan asam amino alami yang dapat meningkatkan produksi dan kecepatan sperma. Selain itu, asam folat yang dikombinasikan dengan seng dapat meningkatkan produksi sperma. Senyawa L-arginine yang terdapat dalam kacang-kacangan, telur, dan daging juga memiliki khasiat yang sama seperti vitamin E dan selenium untuk memperbaiki kecepatan maupun konsentrasi sperma.


3 Makanan yang Dapat Memperbesar Alat Kelamin Laki-Laki
Ribuan pria di seluruh dunia ingin mempunyai penis (Mr P) yang lebih besar. Kondisi itu tidak mengejutkan karena kebanyakan wanita lebih suka pria dengan kelamin yang lebih besar. Makanan apa saja yang bisa memperbesar penis?

Pembesaran penis bisa menjadi masalah yang serius, namun kebanyakan pria tidak tahu di mana memulai ketika mereka ingin mendapatkan tambahan inci. Ada beberapa metode yang umum digunakan untuk meningkatkan ukuran penis dari operasi pembesaran penis, pompa pembesaran penis, latihan pembesaran penis, dan penggunaan pil herbal. Beberapa metode ini bekerja dan yang lainnya tidak.

Sejujurnya, sebagian besar pria akan memilih untuk ingin memperbesar kelaminnya dengan cara alami dibanding harus operasi atau metode bahaya lainnya. Sejumlah pria tidak menyadari, nutrisi yang sederhana yang tepat bisa berdampak pada ukuran penis.

Berikut tiga jenis makanan yang bisa membantu pria memperbesar kelaminnya berdasarkan penelusuran liputan6.com, Sabtu (10/11/2012):

1. Pisang
Pisang
Studi menunjukkan pria yang berhasil memperbesar kelaminnya biasanya memiliki jantung yang sehat. Kalium yang ditemukan dalam pisang bisa membantu kesehatan jantung dan juga membantu sirkulasi darah dengan tepat. Dengan sirkulasi darah yang baik dan jantung sehat, bisa membuat pertumbuhan penis tercapai. Makan pisang bisa juga membantu menjaga natrium di dalam tubuh dengan kadar yang rendah yang membantu mencegah penyakit jantung dan masalah jantung lainnya.

2. Salmon
Salmon
Ikan ini kaya akan lemak esensial seperti omega 3. Lemak yang sehat ini membantu dalam penipisan darah (viskositas rendah), yang pada gilirannya membantu dalam sirkulasi darah ke seluruh tubuh. Penelitian telah menunjukkan, memiliki aliran darah yang sehat adalah salah satu faktor utama dalam kekuatan, dan ereksi yang lebih keras.

3. Bawang
Bawang
Banyak yang tidak tahu bahwa bawang merupakan makanan yang penting untuk sirkulasi darah yang sehat. Ini juga membantu mencegah penggumpalan darah. Ini juga memberikan keuntungan besar meningkatkan sirkulasi darah ke jantung serta ke penis.

Selain mengonsumsi tiga makanan utama, mengonsumi banyak buah, sayuran, daging tanpa lemak, serta gandum bisa Anda masukkan dalam diet Anda. Pada saat yang sama, Anda juga harus menghilangkan konsumsi junk food dalam diet Anda.

Manfaat Tersembunyi Ceker Ayam

Di Indonesia boleh dibilang kenyang makan ceker ayam atau kaki ayam. Bayangkan, sejak bayi boleh mencicipi nasi tim, kaki ayam sudah jadi hidangan favorit sehari-hari.

Setelah bayi belajar jalan, makin rajin orangtua kita memasok kaki ayam pada sajian nasi timnya. Konon, kaki bayi bisa bertambah kuat kalau sering diberi kaki ayam.

Sebagian pakar sering protes dengan pendapat ini. Alasannya, bagian ayam yang bergizi tentulah dagingnya. Sementara kaki ayam, jelas-jelas tanpa daging. Kalaupun ada bagian kulitnya yang agak tebal, pasti tidak ikut dimakan oleh si bayi.

Menanggapi pendapat mereka, para orangtua tidak serta-merta mundur. Kaki ayam tetap saja diikutsertakan dalam membuat nasi tim bagi bayi-bayi mereka.

”Ya sudahlah kalau tidak ada gizinya. Paling tidak kita bisa memanfaatkan rasa gurihnya. Toh dulu-dulu juga kita bisa sehat begini, kan antara lain karena kaki ayam,” kata seorang ibu yang jelas-jelas emoh meninggalkan kebiasaan yang sudah turun-temurun itu.

Kaki ayam memang berasa gurih, hingga orang dewasa pun banyak yang hobi makan kaki ayam. Entah kaki ayam yang dimasak ala dimsum atau kaki ayam yang dijadikan keripik bergengsi yang harganya luar biasa melambung.

Lantas, betulkah kaki ayam sama sekali tidak bermanfaat? Atau betulkah kaki ayam bisa menguatkan kaki dan otot bayi hingga lebih cepat berdiri kokoh lalu berjalan? Mari kita lihat apa saja yang terkandung dalam kaki ayam itu.

Di dalam kaki ayam terdapat kulit, otot, tulang, dan kolagen. Kolagen adalah sejenis protein jaringan ikat yang liat dan bening kekuning-kuningan. Kalau terkena panas, kolagen akan mencair menjadi cairan yang agak kental seperti lem.

Nah, susunan utama pada ceker ayam adalah asam amino, yakni komponen dasar protein. Di dalam asam amino itu antara lain terdapat glisin-prolin, hidroksiprolin-agrinin-glisin.

Kaki ayam juga mengandung zat kapur dan sejumlah mineral. Dengan begitu, memang masuk akal juga kalau para orangtua tetap bertahan untuk menyuguhkan kaki ayam bagi anak-anak mereka. Sebab, jenis asam amino prolin dan hidroksiprolin serta zat kapur jelas-jelas dibutuhkan dalam pertumbuhan anak.

Betul memang kaki ayam tidak berdaging, tapi seperti diuraikan di atas, saat terkena panas, kolagen yang terkandung di dalam kaki ayam akan segera mengalir dan bergabung dengan nasi tim. Nah, kolagen inilah yang kita manfaatkan, bukan dagingnya.

Memang untuk mendapatkan gizi yang cukup, anak tidak hanya perlu mendapat kaki ayam, tapi juga tentu dagingnya. Meski begitu, kebiasaan memberi anak makan kaki ayam tetap tak perlu ditinggalkan.

Fungsi kolagen bukan cuma untuk pertumbuhan anak. Orang yang menderita rematik pun amat dianjurkan sering-sering makan kaki ayam. Kenapa begitu? Karena protein kolagen ayam memiliki antigen yang bersifat imunogenik.

Ceritanya, di dalam tubuh kita terdapat dua macam antigen, yakni antigen asing dan antigen diri. Setiap antigen bisa bersifat antigenik dan imunogenik. Antigen yang antigenik dapat berikatan dengan antibodi, meski tidak bisa merangsang tubuh membentuk antibodi terhadap antigen.

Sementara antigen yang imunogenik juga berikatan dengan antibodi spesifik, tapi bisa pula menghasilkan antibodi spesifik terhadap antigen. Nah, antibodi terhadap antigen inilah yang perlu dirangsang bagi penderita rematik.
Tentu hubungan sang antigen tadi dengan penyakit rematik punya uraian ilmiah yang panjang sekali, yang agak sulit kita pahami sebagai orang awam. Yang jelas, makan kaki ayam secara rutin mulai dianjurkan bagi penderita rematik.

Betapapun hebatnya peran si kaki ayam, tentu kalau cuma ditim atau direbus belaka, Anda enggan menyantapnya bukan? Apalagi kalau dihidangkan setiap hari. Begitu juga dengan nasi tim si kecil. Jangan coba-coba cuma menghadirkan nasi tim dengan kaki ayam yang itu-itu saja dari hari ke hari. Bisa-bisa si kecil kelak tidak doyan makanan lain atau malah tidak mau makan.

Nasi tim tentu bisa kita buat bervariasi dengan menambahkan bahan lain secara berganti-ganti. Kaki ayam untuk pengobatan ini pun bisa kita olah jadi hidangan lezat yang variatif. Yang jelas, olahlah kaki ayam dengan cara direbus atau ditim, bukan digoreng.

Kaki ayam yang digoreng sudah rusak struktur protein kolagennya akibat suhu yang tinggi. Perebusan dan pengetiman tidak boleh lebih dari 100 derajat Celsius agar tak merusak protein si kaki ayam. Meski hanya boleh direbus dan ditim,sebetulnya kaki ayam bisa dibuat menjadi berbagai jenis hidangan

Gaun Yang Terbuat Dari Kondom Bekas
Sebelum Anda mengetahui apa gaun ini terbuat dari, jawab pertanyaan ini. Apakah Anda mau membeli dan mengenakan gaun seperti ini?

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhk4X22remFxxWCiHrytpAE7WceDVvU2ZlVljyxT0JLsZEiHICHNllNAuI0qoKiBDNA2MwHl61Q0pWqOF7_KuV8nsPglVaFeMJ93ocZ_kqur9DG_blA1bGtyPo5a_KOrRkmSl7P2tBBrsDM/s400/would_you_wear_640_23.jpg

Di Toronto, di beberapa pusat perbelanjaan dibuka toko yang menjual gaun yang dirancang dan dibuat dari kondom. Produk ini telah sangat cepat penggemarnya, dan anak-anak mulai membeli beberapa gaun sekaligus.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6kHuZ6Dr1Oq2D7pvtCDfVMcOUV3mbEzCwkgUmPl36lZIxqfVB5E0pq3HdzcfSgMBt_4yi3kFv796SnHBuaEwN6-MucZC93doMQRkgJOBRNqilxTfjLUTGUjfPeD_ICjHOby5b-J5ROFAM/s400/would_you_wear_640_25.jpg
Gaun kondom juga dapat ditemukan di pasar dan pameran, namun popularitas terbesar gaun kondom ini ada di Jepang dan Cina. Satu gaun bisa berharga dari $ 100 sampai $ 1000.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhYhL4P_Nfj-dumJu2RZW_-93FDMSAOj8Wsl7-fVKmSsAw9c3ppoqO6GuP0DgqhXaeUDmQthwMON6S9eWVVqKe8C-BOAWau8ZSsIlP-MaEN2wLlFwiemKkS0aVZoYN9hCoUUumgES7yehy/s400/would_you_wear_640_05.jpg


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyBclSP_Zv9s_SL-GiC2WKk0ewluFTpNSMLvltqxeQ7QJZYcYp0IuGDU4569D1Xo0AeMSHkagMlFcSEqOqAUmc1ytekgxZTV0fQ-ZxibSuLEl6O5Hxjrxr1MgIXYXTKc4L1IOokUXiTqoI/s400/would_you_wear_640_07.jpg


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNyUL-zmpI4QnuzNHjNHNylf5zk2owPJ_o6nM40DGxGR0Scjig_AjoVp9ciqByOqnTMLPAjppa80rwKvNKYx9KtQvOHy_ubNQLBRaWqwarIFjJLRR-aHRfwveYH7eEyrIJIRuHR80ZK3xs/s400/would_you_wear_640_09.jpg


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpDFrhGR4eRGSUIxbcwV_OfdIEbxfalXNfAabqh2ayoh40KDQax9m4mnspcQgtiVITSOLXR_xg_1_0SEwvfgM1AZo8d68MredtDRGXqRhGfZI4hSunNYTJcBf3HyZZhV_x0NDgxQDF4gn7/s400/would_you_wear_640_14.jpg

10 Negara Dengan Populasi Muslim Terbanyak Di Dunia
Taukah Anda, negara yang memiliki populasi muslim paling banyak di dunia?? saya coba cari data nya dan alhamdulillah menemukan data yang terpercaya, berikut ini saya coba informasikan 10 negara dengan populasi muslim terbanyak di dunia lengkap dengan jumlah populasi nya

1. Indonesia : 182,570,000 orang
Indonesia merupakan negara Muslim terbesar di seluruh dunia. Meskipun 88% penduduknya beragama Islam, Indonesia bukanlah negara Islam. Muslim di Indonesia juga dikenal dengan sifatnya yang moderat dan toleran. Pada tahun 30 Hijri atau 651 Masehi, hanya berselang sekitar 20 tahun dari wafatnya Rasulullah SAW, Khalifah Utsman ibn Affan RA mengirim delegasi ke Cina untuk memperkenalkan Daulah Islam yang belum lama berdiri. Dalam perjalanan yang memakan waktu empat tahun ini, para utusan Utsman ternyata sempat singgah di Kepulauan Nusantara. Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 674 M, Dinasti Umayyah telah mendirikan pangkalan dagang di pantai barat Sumatera. Inilah perkenalan pertama penduduk Indonesia dengan Islam. Sejak itu para pelaut dan pedagang Muslim terus berdatangan, abad demi abad. Mereka membeli hasil bumi dari negeri nan hijau ini sambil berdakwah.
http://www.seasite.niu.edu/Indonesian/Islam/istiqlal.jpg

2. Pakistan : 134,480,000 orang
Pakistan adalah sebuah negara yang terletak di Asia Selatan. Dengan lebih dari 150 juta penduduk, Nama Pakistan diambil dari awalan daerah Punjab, Afghan, Kashmir, Sind dan Baluchistan. Sedangkan dalam bahasa Persi Pak berarti suci dan Stan bermakna negara sehingga para pendiri Pakistan mengharapkan adanya negara suci menurut ajaran Islam.
http://farm2.static.flickr.com/1319/1101058334_370b205765.jpg

3. India : 121,000,000 orang
Islam adalah agama yang kedua terbesar kedua setelah agama Hindu (80.5%). Ada sekitar 174 juta Muslim, 16.4% dari jumlah penduduk. Sejak pengenalannya ke India, Islam telah membuat penyumbangan keagamaan, kesenian, falsafah, kebudayaan, kemasyarakatan dan politik kepada sejarah, warisan dan kehidupan India.


4. Bangladesh : 114,080,000 orang
Islam adalah agama terbesar Bangladesh, yang muslim penduduk lebih dari 130 juta dan merupakan hampir 88% dari total jumlah penduduk, berdasarkan sensus 2001. Islam datang ke wilayah Bengal sejak abad ke-13, terutama oleh kedatangan para pedagang Arab, Persia Saints dan penaklukan daerahl Salah satu yang terkenal adalah suci Islam, Shah Jalal.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFoXOp-W3r9_3V7LKE7DTOS7w_RiL1j97uU1gDGJejiaJ888YAVBzQ-Lf97O_rgQq5XyjloDy0q229lzUq_TTALTopU9J_vvWy4LGTd50tRqx51a12DJ5_CMQV13KLorw9-wX0LbV0qCyV/s320/B_0061A.JPG

5. Turki : 65,510,000 orang
Daerah yang terdiri dari Turki moden mempunyai tradisi Islam yang lama dan kaya melatar belakang ke zaman permulaan Seljuk dan Empayar Uthmaniyyah. Orang Turki secara kebudayaan dan sejarah adalah umat Islam.

6. Iran : 62,430,000 orang
Sejarah awal Iran meliputi negara Iran dan juga negara-negara tetangganya yang mempunyai persamaan dalam kebudayaan dan bahasa. Ketika itu, negara-negara ini diperintah oleh kekaisaran-kekaisaran seperti Media dan Akhemenid. Sassania adalah kekaisaran Persia terakhir sebelum kedatangan Islam. Kemudian Persia bergabung menjadi sebagian khilafah Islam awal.
http://aziachmad.files.wordpress.com/2009/05/masjid-jowharshad-iran.jpg

7. Mesir : 58,630,000 orang
Islam menyentuh wilayah Mesir pada 628 Masehi. Ketika itu Rasulullah mengirim surat pada Gubernur Mukaukis -yang berada di bawah kekuasaan Romawi-mengajak masuk Islam. Rasul bahkan menikahi gadis Mesir, Maria. Pada 639 Masehi, ketika Islam di bawah kepemimpinan Umar bin Khattab, 3000 pasukan Amru bin Ash memasuki Mesir dan kemudian diperkuat pasukan Zubair bin Awwam berkekuatan 4000 orang. Mukaukis didukung gereja Kopti menandatangani perjanjian damai. Sejak itu, Mesir menjadi wilayah kekuasaan pihak Islam. Di masa kekuasaan Keluarga Umayah, dan kemudian Abbasiyah, Mesir menjadi salah satu provinsi seperti semula. Khalifah Muiz membangun Masjid Besar Al-Azhar (dari “Al-Zahra”, nama panggilan Fatimah) yang dirampungkan pada 17 Ramadhan 359 Hijriah, 970 Masehi. Inilah yang kemudian bekembang menjadi Universitas Al-Azhar sekarang, yang juga merupakan universitas tertua di dunia saat ini.


8. Nigeria : 53,000,000 orang
Islam dianut oleh 50% dari total penduduk Nigeria, Penyebaran Islam di Nigeria dibagi dalam tiga periode, yaitu periode Trans Sahara dan Afrika Utara, periode Atlantik dan periode kemerdekaan. di samping melakukan perdagangan, para pedagang Muslim juga memperkenalkan misi utama ajaran Islam, yaitu mengembangkan perdamaian, keadilan dan kesejahteraan.
http://www.elshinta.com/v2003a/images/foto/mesjid%20nigeria.JPG

9. Algeria (Al-Jazair) : 30,530,000 orang
Islam pertama kali dibawa ke Aljazair oleh Bani Umayyah setelah invasi dinasti dari Uqba bin Nafi, dalam berlarut-larut proses penaklukan dan konversi yang membentang 670-711. Namun, seperti di Timur Tengah itu sendiri, mereka berusaha untuk menggabungkan baru mereka Islam dengan perlawanan terhadap aturan luar negeri kekhalifahan - sebuah ceruk yang Khawarij dan Syiah "ajaransesat" diisidengansempurna.
 

10. Maroko : 28,780,000 orang
Maroko modern pada abad ke-7 M merupakan sebuah wilayah Barbar yang dipengaruhi Arab. Bangsa Arab yang datang ke Maroko membawa adat, kebudayaan dan ajaran Islam. Sejak itu, bangsa Barbar pun banyak yang memeluk ajaran Islam.
http://www.netuse.co.uk/clients/salawaat/images/casablanca14.jpg


Sumber: http://www.kodokoala.net/2011/09/10-negara-dengan-populasi-muslim.html#ixzz3BTHptfgK













Categories

Unordered List

Sample Text

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget