Selamat Datang diblog Saya

Minggu, 16 November 2014


1. Pengertian Motion tween
Adalah animasi yang dapat dilakukan dengan menggunakan Timeline dengan mengubah ukuran (scale), rotasi (rotation), dan posisi (location) dengan gerakan yang tidak putus-putus.


2. Pengertian Orient to path
Adalah digunakan agar orientasi object mengikuti jalur yang disediakan.



3. Macam - macam animasi pada flash :

Animasi frame to frame: adalah animasi yang jarang sekali di buat oleh orang-orang,karena sulit membuatnya juga memakan banyak memori
Animasi motion tween: adalah animasi yang di buat untuk membuat suatu gerakan yang teratur
Animasi motion guide: adalah animasi yang dapat kita gunakan untuk membuat suatu gerakan yang mengikuti jalur yang kita buat
Animasi masking: adalah animasi yang digunakan untuk menampilkan objek yang semula di sembunyikan
Animasi motion shape: adalah animasi yang digunakan untuk membuat animasi perubahan bentuk dari satu bentuk ke bentuk yang lain
Animasi motion tween rotate: adalah animasi yang digunakan untuk membuat animasi perputaran,baik berputar di tempat maupun berputar sambil berjalan.
http://i990.photobucket.com/albums/af28/babyblood_bucket/9CB7863569BEFE9BAA05013107FA315D.png

Cara membuat Motion Tween pada Macromedia Flash
tutorial kali akan membahas bagaimana membuat objek bergerak atau Motion Tween.
pertama aktifkan Macromedia Flash nya setelah kalian membuka nya pilihlah Flash Document seperti gambar di bawah ini.
1
kemudian layar kerja akan muncul seperti gambar berikut ini, untuk membuat Motion Tween pastikan dahulu di frame mana objek yang anda ingin kan di buat.
kemudian pilih lah objek gambar yang anda ingin kan seperti contoh nya gambar lingkaran seperti gambar dibawah ini.
pastikan garis luar objek hilang agar anda mudah membuat nya ( lihat gambar untuk lebih jelasnya).
2

langkah berikutnya buat lah lingkaran sesuai keinginan anda , setelah anda membuat lingkaran nya klik lah frame yang anda inginkan. klik tombol kanan mouse dan pilihlah ‘Insert Keyframe’.
4

klik lah frame 30 dan tekan Q pada keyboard . pindahkan lah objek sesuai dengan keinginan anda .
5

kemudian setelah kamu menempatkan objek nya klik lah salah satu kolom yang berada dalam frame-frame yang ter-block contoh nya bisa anda liat pada gambar berikut ini. Klik lah tombol kanan mouse pada frame yang sudah ditentukan setelah itu pilihlah ‘Create Motion Tween’.

6

dan langkah akhir anda bisa melihat hasilnya dengan menekn Ctrl+ENTER .
Terima kasih


Tag Archive: Pengertian DML pada Mysql

Filed under: Database — Leave a comment
March 15, 2013
1.)Defenisi DML:
Merupakan kumpulan perintah SQL yang digunakan untuk proses pengolahan isi data di dalam table seperti memasukkan, merubah dan menghapus isi data dan tidak terkait dengan perubahan struktur dan definisi tipe data dari objek database.
2.)Perintah yang digunakan diantarnya:
Insert adalah perintah yang digunakan untuk memasukkan data ke dalam tabel yang sudah dibuat.
Select adalah perintah yang digunakan untuk menampilkan isi tabel.
Update adalah perintah yang digunakan untuk memperbaharui data lama menjadi data terkini.
Delete adalah perintah yang digunakan untuk menghapus isi dari tabel, dan pada saat perintah ini dijalankan, data yang sudah terhapus tidak bisa dikembalikan lagi.

Data Definition Langguage DDL

Data Definition Languange
Skema basis data dispesifikasikan oleh sekumpulan definisi dengan sebuah bahasa khusus yang disebut data-definiton language (DDL). Hasil kompilasi DDL
berupa table-tabel yang disimpan dalam sebuah file, disebut data dictionary (Kamus Data) atau data directory. Kamus data adalah sebuah file yang berisi
metadata. File ini yang dikonsultasi sebelum data yang sebenarnya dibaca atau dimodifikasi oleh system basis data

Data Definition Language (DDL) merupakan suatu sub bahasa SQL yang berfungsi mendefinisikan database dan table. Namun karena di Access perintah DDL ini dapat
digunakan dalam mendefinisikan table saja. Perintah yang digunakan diantaranya :
 
CREATE, ALTER, dan DROP. Dengan menggunakan ketiga perintah tersebut kita sudah dapat membangun struktur data dengan lengkap
CREATE
Digunakan untuk membuat tabel baru
Bentuk Umum  :
Create Table nama_tabel (Kolom_1 Tipe(Panjang), Kolom_2 Tipe(Panjang), Kolom_n Tipe(Panjang))

ALTER
Alter digunakan untuk merubah, menambah(ADD), menghapus(DROP) struktur tabel.
3.) Bentuk Umum :
Alter Table nama_tabel [spesifikasi perubahan]

DROP
Drop digunakan untuk menghapus table

Data Manipulation Language (DML)
 

Data Manipulation Language (DML) merupakan sub bahasa SQL yang berfungsi memanipulasi data yang ada di dalam basisdata atau database.
 
Perintah yang termasuk didalam DML adalah INSERT, SELECT, UPDATE, dan DELETE.

INSERT
Berfungsi untuk menyisipkan, memasukkan, atau menyimpan data dari luar sistem kedalam database.
Bentuk Umum :
INSERT INTO nama_tabel (nama field1, namafield2….,namafield n) VALUES (value1, value2,…,valuen)

SELECT
Perintah select berfungsi untuk membentuk tabel baru dengan cara mengcopy (backup) seluruh data dari tabel aktif
BU :
SELECT nama field1, namafield2….,namafield n
INTO nama_tabel_baru
FROM nama_tabel_aktif
Atau
SELECT *
INTO nama_tabel_baru
FROM nama_tabel_aktif

UPDATE
Perintah update berfungsi untuk mengubah satu atau lebih data field yang terdapat pada satu atau lebih record.
Bentuk Umum :
UPDATE nama_tabel
SET field=value
WHERE kriteria
Atau
UPDATE nama_tabel
SET field1=value1, field1=value1,… ,field n=value n
WHERE kriteria

DELETE
Berfungsi untuk menghapus satu atau beberapa record dari suatu tabel.
Bentuk Umum :
DELETE *
 
From nama_tabel
 
WHERE criteria

Sintaks SQL:
DELETE *
From mahasiswa
WHERE NIM=”12047021”
Minggu, Juni 02, 2013 - [ 0 komentar ]


Senin, 10 November 2014


Mungkin anda sering bertanya-tanya? mengapa motor matic lebih boros ketimbang motor yang mempunyai bertransmisi. Perbandingan borosnya motor skutik atau matic dengan motor yang bertransmisi memang sangat menonjol sekali. Inilah alasan motor matic boros dari pada motor bertransmisi manual?
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYAaV3-svpAnO3VVF1H-XZKHJ91ay0lzOWExqatyS99ugUBQp7nsMiql4IVLADmUpW9w5MPooHTFQqAh8rZ7KSJ6CA9oUpQqifXZjXWOX1w45QPGXulxF1hCRAM84Y0gzu_P-4119mAks/s400/HONDA+VARIO+Matic+modification.JPG
RPM (Putaran Mesin) sangatlah menentukan dalam mengkonsumsi bahan bakar motor matic, hal inilah yang menyebabkan mengapa motor matic lebih boros sedikit dibandingkan dengan motor bergigi. Motor manual memiliki cara cepat untuk mengurangi RPM dengan mengganti gigi, hal ini bisa mengurangi pemakaian bahan bakar dibanding motor matik.
System motor matic berbeda dengan mobil matic, yang mana ketika jalan macet motor matic harus menarik gas besar untuk berjalan 1 sampai 2 meter, sedangkan mobil matic cukup posisikan tuas di  “D” kemudian melepas rem saja maka akan berjalan 1 sampai 2 meter.
Faktor kelangsamngan motor matic cukup tinggi, yaitu 30 % lebih boros ketimbang kelangsamngan motor  manual.
Beban yang berlebihan ( Berboncengan) melebihi standar .
Berikut cara sederhana mengatasi agar motor matic irit bahan bakar.
Hindari menarik gas secara spontan.
Pada awal start jangan menarik gas secara spontan karena akan membutuhkan suplai bahan bakar yang lebih banyak.
Bersihkan karburator secara rutin.
Faktor ini juga dapat mempengaruhi karena berperan sebagai penyuplai bahan bakar.
Periksa tekanan angin ban.
Coba periksa tekanan angin ban, jika tekanan angin pada ban tidak sesuai standar, maka kerja mesin akan lebih berat. Efeknya konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.
Jangan Memanaskan Mesin Terlalu lama.
Untuk motor jaman sekarang tidak perlu memanaskan mesin terlalu lama karena tingkat kekentalan oli sekarang 10/30, jadi tidak perlu kuatir akan mengentalnya oli jika mesin tidak hidup.
Pemeriksaan di setiap 10.000km.
Ini perlu dilakukan dibengkel resmi dengan menggunakan Diagnostic Tool dengan motor berteknologi FI


ENKRIPSI, DEKRIPSI DAN KRIPTOGRAFY

Pengertian Enkripsi dan Dekripsi

Enkripsi yaitu suatu proses pengaman suatu data yang disembunyikan atau proses konversi data ( plaintext ) menjadi bentuk yang tidak dapat dibaca/ dimengerti. Enkripsi telah digunakan untuk mengamankan komunikasi di berbagai negara, namun, hanya organisasi-organisasi tertentu dan individu yang memiliki kepentingan yang sangat mendesak akan kerahasiaan yang menggunakan enkripsi. Di pertengahan tahun 1970an enkripsi kuat dimanfaatkan untuk pengamanan oleh sekretariat agen pemerintah Amerika Serikat pada domain publik, dan saat ini enkripsi telah digunakan pada sistem secara luas, seperti Internet, e-commerce, jaringan telepon bergerak dan ATM pada bank.
 Enkripsi dapat digunakan untuk tujuan keamanan, tetapi teknik lain masih diperlukan untuk membuat komunikasi yang aman, terutama untuk memastikan integrasi dan autentikasi dari sebuah pesan. Untuk menampilkan enkripsi dan kebalikannya dekripsi, digunakan algoritma yang biasa disebut Cipher dengan menggunakan metode serangkaian langkah yang terdefinisi yang diikuti sebagai prosedur. Alternatif lain ialah Encipherment. Informasi yang asli disebuh sebagai plaintext, dan bentuk yang sudah dienkripsi disebut sebagai chiphertext. Pesan chipertext berisi seluruh informasi dari pesan plaintext, tetapi tidak dalam format yang didapat dibaca manusia ataupun komputer tanpa menggunakan mekasnisme yang tepat untuk melakukan dekripsi.Sedangkan Dekripsi yaitu kebalikan dari proses enkripsi yaitu proses konversi data yang sudah dienkripsi ( ciphertext ) kembali menjadi data aslinya ( Original Plaintext ) sehingga dapat dibaca/ dimengerti kembali.



a.      Enkripsi Password 

Ø  Enkripsi Password
      Password di Linux dibuat dengan menggunakan metode tingkat lanjut dalam enkripsi, yakni DES (Data Encryption Standard). Menurut Federal Processing Standards Publication 46-2, DES didefinisikan sebagai sebuah algoritma matematika untuk menjalankan enkripsi (enchypering) dan dekripsi (dechypering) informasi koding binary. Enkripsi mengkonversikan data menjadi bentuk yang sulit ditebak, disebut chyper. Proses dekripsi cypher mengkonversikan data kedalam bentuk aslinya, disebut plain-text.
Enkripsi dan dekripsi dilakukan tergantung pada kunci (key). Kunci ini dibuat berdasarkan masukan dari user pada saat mengetikkan password terdiri dari binary 64 digit. Jika password yang diketikkan kurang dari binary 64 digit, maka DES akan menambahkannya secara otomatis. Dari binary 64 digit, 56 dipergunakan untuk enkripsi, dan 8 dipergunakan untuk cek kesalahan (error checking).
Ø  Enkripsi Komunikasi Data
Di dalam Internet (atau intranet) data yang dikirimkan dari satu komputer ke komputer lainnya, pasti melewati komputer-komputer lain. Ambil contoh, pada saat Anda memasukkan password untuk mengecek account email di hotmail, data akan dikirim dalam bentuk teks biasa melewati beberapa host sebelum akhirnya diterima oleh hotmail. Dari salah satu dari komputer yang dilewati oleh data dipasangi program sniffer ?
Sniffer adalah program yang membaca dan menganalisa setiap protokol yang melewati mesin di mana program tersebut diinstal. Secara default, sebuah komputer dalam jaringan (workstation) hanya mendengarkan dan merespon paket-paket yang dikirimkan kepada mereka. Namun demikian, kartu jaringan (network card) dapat diset oleh beberapa program tertentu, sehingga dapat memonitor dan menangkap semua lalu lintas jaringan yang lewat tanpa peduli kepada siapa paket tersebut dikirimkan.
Ø  SSL (Secure Socket Layer)
SSL merupakan salah satu metode enkripsi dalam komunikasi data yang dibuat oleh Netscape Communication Corporation. SSL adalah Protokol berlapis. Dalam tiap lapisannya, sebuah data terdiri dari panjang, deskripsi dan isi. SSL mengambil data untuk dikirimkan, dipecahkan kedalam blok-blok yang teratur, kemudian dikompres jika perlu, menerapkan MAC, dienkripsi, dan hasilnya dikirimkan. Di tempat tujuan, data didekripsi, verifikasi, dekompres, dan disusun kembali. Hasilnya dikirimkan ke klien di atasnya.
Pada saat koneksi mulai berjalan, klien dan server membuat dan mempertukarkan kunci rahasia, yang dipergunakan untuk mengenkripsi data yang akan dikomunikasikan. Meskipun sesi antara klien dan server diintip pihak lain, namun data yang terlihat sulit untuk dibaca karena sudah dienkripsi.
SSL mendukung kriptografi public key, sehingga server dapat melakukan autentikasi dengan metode yang sudah dikenal umum seperti RSA dan Digital Signature Standard (DSS).
SSL dapat melakukan verifikasi integritas sesi yang sedang berjalan dengan menggunakan algoritma digest seperti MD5 dan SHA. Hal ini menghindarkan pembajakan suatu sesi.
v  Kriptografi, secara umum adalah ilmu dan seni untuk menjaga kerahasiaan berita. Selain pengertian tersebut terdapat pula pengertian ilmu yang mempelajari teknik-teknik matematika yang berhubungan dengan aspek keamanan informasi seperti kerahasiaan data, keabsahan data, integritas data, serta autentikasi data [A. Menezes, P. van Oorschot and S. Vanstone
- Handbook of Applied Cryptography]. Tidak semua aspek keamanan informasi ditangani oleh kriptografi.
A.      Ada empat tujuan mendasar dari ilmu kriptografi ini yang juga merupakan aspek keamanan informasi yaitu :
1. Kerahasiaan, adalah layanan yang digunakan untuk menjaga isi dari informasi dari siapapun kecuali yang memiliki otoritas atau kunci rahasia untuk membuka/mengupas informasi yang telah disandi.
2. Integritas data, adalah berhubungan dengan penjagaan dari perubahan data secara tidak sah. Untuk menjaga integritas data, sistem harus memiliki kemampuan untuk mendeteksi manipulasi data oleh pihakpihak yang tidak berhak, antara lain penyisipan, penghapusan, dan pensubsitusian data lain kedalam data yang sebenarnya.
3. Autentikasi, adalah berhubungan dengan identifikasi/pengenalan, baik secara kesatuan sistem maupun informasi itu sendiri. Dua pihak yang saling berkomunikasi harus saling memperkenalkan diri. Informasi yang dikirimkan melalui kanal harus diautentikasi keaslian, isi datanya, waktu pengiriman, dan lain-lain.
4. Non-repudiasi., atau nirpenyangkalan adalah usaha untuk mencegah terjadinya penyangkalan terhadap pengiriman/terciptanya suatu informasi oleh yang mengirimkan/membuat.
·         Algoritma Sandi
algoritma sandi adalah algoritma yang berfungsi untuk melakukan tujuan kriptografis.
konfusi/pembingungan (confusion), dari teks terang sehingga sulit untuk direkonstruksikan secara langsung tanpa menggunakan algoritma dekripsinya difusi / peleburan (difusion), dari teks terang sehingga karakteristik dari teks terang tersebut hilang.
sehingga dapat digunakan untuk mengamankan informasi. Pada implementasinya
sebuah algoritmas sandi harus memperhatikan kualitas layanan/Quality of Service atau QoS dari keseluruhan sistem dimana dia diimplementasikan. Algoritma sandi yang handal adalah algoritma sandi yang kekuatannya terletak pada kunci, bukan pada kerahasiaan algoritma itu sendiri. Teknik dan metode untuk menguji kehandalan algoritma sandi adalah kriptanalisa.
Sistem Keamanan Komputer 1Dasar matematis yang mendasari proses enkripsi dan dekripsi adalah relasi antara dua himpunan yaitu yang berisi elemen teks terang /plaintext dan yang berisi elemen teks sandi/ciphertext. Enkripsi dan dekripsi merupakan fungsi transformasi antara
himpunan-himpunan tersebut. Apabila elemen-elemen teks terang dinotasikan dengan P, elemen-elemen teks sandi dinotasikan dengan C, sedang untuk proses enkripsi dinotasikan dengan E, dekripsi dengan notasi D.
     > Enkripsi : E(P) = C
     > Dekripsi : D(C) = P atau D(E(P)) = P
Ø  Secara umum berdasarkan kesamaan kuncinya, algoritma sandi dibedakan menjadi :
ü  kunci-simetris/symetric-key, sering disebut juga algoritma sandi konvensional karena umumnya diterapkan pada algoritma sandi klasik
ü  kunci-asimetris/asymetric-key
Ø  Berdasarkan arah implementasi dan pembabakan jamannya dibedakan menjadi
ü  algoritma sandi klasik classic cryptography
ü  algoritma sandi modern modern cryptography
Ø  Berdasarkan kerahasiaan kuncinya dibedakan menjadi :
ü  algoritma sandi kunci rahasia secret-key
ü  algoritma sandi kunci publik publik-key

Pada skema kunci-simetris, digunakan sebuah kunci rahasia yang sama untuk melakukan proses enkripsi dan dekripsinya. Sedangkan pada sistem kunci-asimentris digunakan sepasang kunci yang berbeda, umumnya disebut kunci publik(public key) dan kunci pribadi (private key), digunakan untuk proses enkripsi dan proses dekripsinya. Bila elemen teks terang dienkripsi dengan menggunakan kunci pribadi maka elemen teks sandi yang dihasilkannya hanya bisa didekripsikan dengan menggunakan pasangan kunci pribadinya. Begitu juga sebaliknya, jika kunci pribadi digunakan untuk proses enkripsi maka proses dekripsi harus menggunakan kunci
publik pasangannya.
Ø  algoritma sandi kunci-simetris
Skema algoritma sandi akan disebut kunci-simetris apabila untuk setiap proses enkripsi maupun dekripsi data secara keseluruhan digunakan kunci yang sama. Skema ini berdasarkan jumlah data per proses dan alur pengolahan data didalamnya dibedakan menjadi dua kelas, yaitu block-cipher dan streamcipher.
Ø  Block-Cipher
Block-cipher adalah skema algoritma sandi yang akan membagi-bagi teks terang yang akan dikirimkan dengan ukuran tertentu (disebut blok) dengan panjang t, dan setiap blok dienkripsi dengan menggunakan kunci yang sama. Pada umumnya, block-cipher memproses teks terang dengan blok yang relatif panjang lebih dari 64 bit, untuk mempersulit penggunaan pola-pola serangan yang ada untuk membongkar kunci. Untuk menambah kehandalan model algoritma sandi ini, dikembangkan pula beberapa tipe proses enkripsi, yaitu :
ü  ECB, Electronic Code Book
ü  CBC, Cipher Block Chaining
ü  OFB, Output Feed Back
ü   CFB, Cipher Feed Back  
Ø  Stream-cipher adalah algoritma sandi yang mengenkripsi data persatuan data, seperti bit, byte, nible atau per lima bit(saat data yang di enkripsi berupa data Boudout). Setiap mengenkripsi satu satuan data di gunakan kunci yang merupakan hasil pembangkitan dari kunci sebelum.
Ø  Algoritma-algoritma sandi kunci-simetris
Beberapa contoh algoritma yang menggunakan kunci-simetris:
ü  DES - Data Encryption Standard
ü  blowfish
ü  twofish
ü  MARS
ü  IDEA
ü  AES - Advanced Encryption Standard, yang bernama asli rijndael

Ø  Algoritma Sandi Kunci-Asimetris
Skema ini adalah algoritma yang menggunakan kunci yang berbeda untuk proses enkripsi dan dekripsinya. Skema ini disebut juga sebagai sistem kriptografi kunci publik karena kunci untuk enkripsi dibuat untuk diketahui oleh umum (public-key) atau dapat diketahui siapa saja, tapi untuk proses dekripsinya hanya dapat dilakukan oleh yang berwenang yang memiliki kunci rahasia untuk mendekripsinya, disebut private-key.Dapat dianalogikan seperti kotak pos yang hanya dapat dibuka oleh tukang pos yang memiliki kunci tapi setiap orang dapat memasukkan surat ke dalamkotak tersebut. Keuntungan algoritma model ini, untuk berkorespondensi secara
rahasia dengan banyak pihak tidak diperlukan kunci rahasia sebanyak jumlah pihak tersebut, cukup membuat dua buah kunci, yaitu kunci publik bagi para korensponden untuk mengenkripsi pesan, dan kunci privat untuk mendekripsi pesan. Berbeda dengan skema kunci-simetris, jumlah kunci yang dibuat adalah sebanyak jumlah pihak yang diajak berkorespondensi.
Ø  Fungsi Enkripsi dan Dekripsi Algoritma Sandi Kunci-Asimetris

Apabila Ahmad dan Bejo hendak bertukar berkomunikasi, maka:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgj0IAWyMqQDUDOmNTr5mKWgidHi2M5eqSuDXyL5OaAusEZe4J7Q7keMudub__vWalnCnKdgPJyrDg2AZxrKAvC0JeOo9OfqKo-QSoMAqwRg9A-FOnalpeqEFu6dqrVittX3AhRVsGMfw8/s1600/22.png

Ø  Fungsi Hash Kriptografis
Fungsi hash Kriptografis adalah fungsi hash yang memiliki beberapa sifat keamanan tambahan sehingga dapat dipakai untuk tujuan keamanan data. Umumnya digunakan untuk keperluan autentikasi dan integritas data. Fungsi hash adalah fungsi yang secara efisien mengubah string input dengan panjang berhingga menjadi string output dengan panjang tetap yang disebut nilai hash.
Ø  Sifat-Sifat Fungsi Hash Kriptografi
Tahan preimej (Preimage resistant): bila diketahui nilai hash h maka sulit (secara komputasi tidak layak) untuk mendapatkan m dimana h = hash(m). Tahan preimej kedua (Second preimage resistant): bila diketahui input m1 maka sulit mencari input m2 (tidak sama dengan m1) yang menyebabkan hash(m1) = hash(m2). Tahan tumbukan (Collision-resistant): sulit mencari dua input berbeda m1 dan m2yang menyebabkan hash(m1) = hash(m2)
Ø  Algoritma-Algoritma Fungsi Hash Kriptografi
Beberapa contoh algoritma fungsi hash Kriptografi:
ü  MD4
ü  MD5
ü  SHA-0
ü  SHA-1
ü  SHA-256
ü  SHA-512

Ø  Enkripsi Untuk Keamanan Data Pada Jaringan
Salah satu hal yang penting dalam komunikasi menggunakan computer untuk menjamin kerahasian data adalah enkripsi. Enkripsi dalah sebuah proses yang melakukan perubahan sebuah kode dari yang bisa dimengerti menjadi sebuah kode yang tidak bisa dimengerti (tidak terbaca). Enkripsi dapat diartikan sebagai kode atau chiper. Sebuah sistem pengkodean menggunakan suatu table atau kamus yang telah didefinisikan untuk mengganti kata dari informasi atau yang merupakan bagian dari informasi yang dikirim. Sebuah chiper menggunakan suatu algoritma yang dapat mengkodekan semua aliran data (stream) bit dari sebuah pesan menjadi cryptogram yang tidak dimengerti (unitelligible). Karena teknik cipher merupakan suatu sistem yang telah siap untuk di automasi, maka teknik ini digunakan dalam
sistem keamanan komputer dan network. Pada bagian selanjutnya kita akan membahas berbagai macam teknik enkripsi yang biasa digunakan dalam sistem sekuriti dari sistem komputer dan network.

A. Enkripsi Konvensional.
Proses enkripsi ini dapat digambarkan sebagai berikut :
Plain teks -> Algoritma Enkripsi -> Cipher teks ->Algoritma Dekrispsi -> Plain teks
   User A |                                           | User B
|———————-Kunci (Key) ——————–|

Informasi asal yang dapat di mengerti di simbolkan oleh Plain teks, yang kemudian
oleh algoritma Enkripsi diterjemahkan menjadi informasi yang tidak dapat untuk dimengerti yang disimbolkan dengan cipher teks. Proses enkripsi terdiri dari dua yaitu algoritma dan kunci. Kunci biasanya merupakan suatu string bit yang pendek yang mengontrol algoritma. Algoritma enkripsi akan menghasilkan hasil yang berbeda tergantung pada kunci yang digunakan. Mengubah kunci dari enkripsi akan mengubah output dari algortima enkripsi.
Sekali cipher teks telah dihasilkan, kemudian ditransmisikan. Pada bagian penerima selanjutnya cipher teks yang diterima diubah kembali ke plain teks dengan algoritma dan dan kunci yang sama.
Keamanan dari enkripsi konvensional bergantung pada beberapa faktor. Pertama algoritma enkripsi harus cukup kuat sehingga menjadikan sangat sulit untuk  mendekripsi cipher teks dengan dasar cipher teks tersebut. Lebih jauh dari itu keamanan dari algoritma enkripsi konvensional bergantung pada kerahasian dari kuncinya bukan algoritmanya. Yaitu dengan asumsi bahwa adalah sangat tidak praktis untuk mendekripsikan informasi dengan dasar cipher teks dan pengetahuan tentang algoritma diskripsi / enkripsi. Atau dengan kata lain, kita tidak perlu menjaga kerahasiaan dari algoritma tetapi cukup dengan kerahasiaan kuncinya.
Manfaat dari konvensional enkripsi algoritma adalah kemudahan dalam penggunaan secara luas. Dengan kenyataan bahwa algoritma ini tidak perlu dijaga kerahasiaannya dengan maksud bahwa pembuat dapat dan mampu membuat suatu implementasi dalam bentuk chip dengan harga yang murah. Chips ini dapat tersedia secara luas dan disediakan pula untuk beberapa jenis produk. Dengan penggunaan dari enkripsi konvensional, prinsip keamanan adalah menjadi menjaga keamanan dari kunci.
Model enkripsi yang digunakan secara luas adalah model yang didasarkan pada data
encrytion standard (DES), yang diambil oleh Biro standart nasional US pada tahun 1977. Untuk DES data di enkripsi dalam 64 bit block dengan menggunakan 56 bit kunci. Dengan menggunakan kunci ini, 64 data input diubah dengan suatu urutan dari metode menjadi 64 bit output. Proses yang yang sama dengan kunci yang sama digunakan untuk mengubah kembali enkripsi.

B. Enkripsi Public-Key
Salah satu yang menjadi kesulitan utama dari enkripsi konvensional adalah perlunya
untuk mendistribusikan kunci yang digunakan dalam keadaan aman. Sebuah cara yang tepat telah diketemukan untuk mengatasi kelemahan ini dengan suatu model enkripsi yang secara mengejutkan tidak memerlukan sebuah kunci untuk didistribusikan. Metode ini dikenal dengan nama enkripsi public-key dan pertama kali diperkenalkan pada tahun 1976.
Plain teks -> Algoritma Enkripsi -> Cipher teks -> Algoritma Dekrispsi -> Plain teks

         User A |                             | User B
                          Private Key B —-|
|———————-Kunci (Key) ——————–|

Algoritma tersebut seperti yang digambarkan pada gambar diatas. Untuk enkripsi
konvensional, kunci yang digunakan pada prosen enkripsi dan dekripsi adalah sama. Tetapi ini bukanlah kondisi sesungguhnya yang diperlukan. Namun adalah dimungkinkan untuk membangun suatu algoritma yang menggunakan satu kunci untuk enkripsi dan pasangannya, kunci yang berbeda, untuk dekripsi. Lebih jauh lagi adalah mungkin untuk menciptakan suatu algoritma yang mana pengetahuan tentang algoritma enkripsi ditambah kunci enkripsi tidak cukup untuk menentukan kunci dekrispi. Sehingga teknik berikut ini akan dapat dilakukan :
Masing - masing dari sistem dalam network akan menciptakan sepasang kunci yang digunakan untuk enkripsi dan dekripsi dari informasi yang diterima. Masing - masing dari sistem akan menerbitkan kunci enkripsinya ( public key ) dengan memasang dalam register umum atau file, sedang pasangannya tetap dijaga sebagai kunci pribadi ( private key ).
Jika A ingin mengisim pesan kepada B, maka A akan mengenkripsi
pesannya dengan kunci publik dari B. Ketika B menerima pesan dari A maka B akan menggunakan kunci privatenya untuk mendeskripsi pesan dari A. Seperti yang kita lihat, public-key memecahkan masalah pendistribusian karena tidak diperlukan suatu kunci untuk didistribusikan. Semua partisipan mempunyai akses ke kunci publik ( public key ) dan kunci pribadi dihasilkan secara lokal oleh setiap partisipan sehingga tidak perlu untuk didistribusikan. Selama system mengontrol masing - masing private key dengan baik maka komunikasi menjadi
komunikasi yang aman. Setiap sistem mengubah private key pasangannya public key akan menggantikan public key yang lama. Yang menjadi kelemahan dari metode enkripsi publik key adalah jika dibandingkan dengan metode enkripsi konvensional algoritma enkripsi ini mempunyai algoritma yang lebih komplek. Sehingga untuk perbandingan ukuran dan harga dari hardware, metode publik key akan menghasilkan performance yang lebih rendah. Tabel berikut ini akan memperlihatkan berbagai aspek penting dari enkripsi konvensional dan public key.

Ø  Enkripsi Konvensiona
·         Yang dibutuhkan untuk bekerja :
Algoritma yang sama dengan kunci yang sama dapat digunakan untuk proses dekripsi - enkripsi. Pengirim dan penerima harus membagi algoritma dan kunci yang sama.
·         Yang dibutuhkan untuk keamanan :
Kunci harus dirahasiakan. Adalah tidak mungkin atau sangat tidak praktis untuk menerjemahkan informasi yang telah dienkripsi. Pengetahuan tentang algoritma dan sample dari kata yang terenkripsi tidak mencukupi untu menentukan kunci.
Ø  Enkripsi Public Key
·         Yang dibutuhkan untuk bekerja :
Algoritma yang digunakan untuk enkripsi dan dekripsi dengan sepasang kunci, satu untuk enkripsi satu untuk dekripsi.
Pengirim dan penerima harus mempunyai sepasang kunci yang cocok.
·         Yang dibutuhkan untuk keamanan :
Salah satu dari kunci harus dirahasiakan. Adalah tidak mungkin atau sangat tidak praktis untuk menerjemahkan informasi yang telah dienkripsi.
Pengetahuan tentang algoritma dan sample dari kata yang terenkripsi tidak mencukupi untu menentukan kunci.



v  Metode Enkripsi Simetris Rc4
Ketika internet menjadi salah satu media komunikasi yang banyak digunakan orang, sebagian orang kemudian berpikir untuk menjadikanya sebagai media untuk transaksi komersial semacan internet banking, e-comerce, dan lain sebagainya. Kebutuhan akan hal itu kemudian didukung dengan lahirnya berbagai metode ataupun algoritma – algoritma enkripsi untuk pengamanan data misalnya MD2,MD4,MD5,RC4,RC5, dan lain sebagainya. Pembakuan penulisan pada kriptografi dapat ditulis dalam bahasa matematika. Fungsi-fungsi yang mendasar dalam kriptografi adalah enkripsi dan dekripsi. Enkripsi adalah proses mengubah suatu pesan asli (plaintext) menjadi suatu pesan dalam bahasa sandi (ciphertext).
                                                   C = E (M)
dimana
M = pesan asli
E = proses enkripsi
C = pesan dalam bahasa sandi (untuk ringkasnya disebut sandi)
ü  Sedangkan dekripsi adalah proses mengubah pesan dalam suatu bahasa sandi menjadi pesan asli kembali.
                                                  M = D (C)
D = proses dekripsi
ü  Dalam setiap transaksi di internet , idealnya, setiap data yang ditransmisikan harusnya terjamin :

·         Integritas data
Jaminan integritas data sangat penting, sehingga data yang di kirimkan akan sama persis dengan data yang diterima, tanpa mengalami perubahan apapun pada selama ditransmisikan.

·         Kerahasiaan data
Jaminan kerahasiaan data juga penting karena dengan demikian tidak ada pihak lain yang bisa membaca data yang ada selama data tersebut ditransmisikan.
·         Otentikasi akse data
Mekanisme otentikasi akses data menjamin bahwa data ditransmisikan oleh pihak yang benar dengan tujuan transimisi yang benar pula.
·         Teknik kriptografi data untuk enkripsi ada dua macam yaitu:

1. Kriptografi simetrik, Dengan model kriptografi ini, data di enkripsi dan didekripsi dengan kunci rahasia yang sama.
2. Kriptografi asimetrik, Dengan model kriptografi ini, data dienkripsi dan didekripsi dengan kunci rahasia yang berbeda.pasangan kunci untuk enkripsi dan dekripsi dikenal dengan private key dan public key.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgW_LsIaEhlVBAEMUl-RFx4qdD_TU0XCK3cpfeXugLnLpZW85UvIsR1WE9wvVDvbZmg2PK9YsRZm834RAnaXiAL8D7_MIc30O69fuTJFwVhYQcNAvYK1K6rhfqqAj70cZYmA3dt9Cv4rg8/s1600/23.png
Metode enkrpsi simetrik (1) dan asimetrik (2)





https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsvt-TNb8fYKxjpIq1PqrjokMxyEbM_hdMTYJ0eMq-FOqKVUzW8aitm-TLEB2VI6KaLepKucPEnDMS-uEV0hbVPKj-3quDi-pnPgoGIzVT2R7P3GXZiBL8-lE_iHbFhDYwUp8rFu7Lt08/s1600/24.png
















Categories

Unordered List

Sample Text

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget